Book Review + Unwrap the books + Summary & Spoilers | Scarlett by Marissa Meyer (Lunar Chronicles #2)

Sinopsis :
Cinder, mekanik cyborg, kembali ke dalam cerita kedua dari Lunar Chronicles. Meskipun dia berhasil keluar dari penjara, dia kini menjadi buronan paling dicari di Commonwealth. Di belahan dunia lainnya, Scarlet Benoit mencari neneknya yang hilang. Ternyata banyak sekali hal yang Scarlet tidak ketahui tentang neneknya atau tentang bahaya yang mengintai dirinya.

Ketika Scarlet bertemu dengan Wolf, seorang petarung jalanan yang memiliki informasi tentang keberadaan neneknya, dia mau tidak mau harus mempercayai orang asing ini, tetapi dia jatuh cinta kepada Wolf. Dalam perjalanan mereka mengungkap misteri keberadaan nenek dari Scarlet, mereka bertemu dengan Cinder. Sekarang, mereka bersama-sama bergabung untuk melawan ratu yang kejam dari Lunar, Ratu Levana, yang akan melakukan apa pun untuk dapat menjadi istri dari Pangeran Kai.

11

Review & Rating

My Rating : 7 / 10
Goodreads Rating : 4.31 / 5

Well hellow to the 2nd installment of Lunar Chronicles, Scarlett. (clik here for my Lunar Chronicles #1 installment review) Ya, ini adalah buku kedua dari Lunar Chronicles dan gue tau ada yang membanding-bandingkan edisi Scarlet ini dengan Cinder dimana ada yang bilang Scarlet lebih membosankan ketimbang Cinder, tetapi ada juga yang bilang sebaliknya. Tampaknya kali ini gue harus setuju dengan pendapat dimana buku Scarlet ini memang tidak se-wow Cinder namun buku ini tetap menyenangkan untuk dibaca.

Okay, apabila Cinder mengambil tema klasik dari Cinderella, Scarlet mengambil tema klasik Little Red Riding Hood / Si Kerudung Merah, jadi jangan heran kalau Marissa Meyer memasukkan unsur serigala, makanan, serta Perancis di dalam buku kedua ini (ngerti kan sekarang kenapa ada karakter bernama Wolf?)
Pada buku pertama, Cinder, mengambil setting di New Beijing, maka pada cerita Scarlet kali ini, setting yang diambil adalah kota kecil di Perancis. Dan kalau dunia Cinder dipenuhi dengan nuansa futuristik seperti kapal, android, netscreens, portcoms, ID chips dan lainnya. Nuansa dalam dunia Scarlet malah cenderung ‘tradisional’ karena Scarlet tampaknya tidak berurusan dengan mesin. Bahkan mata uang yang digunakan dalam cerita ini, yakni Univs agak sedikit aneh buat gue (gue kira Univs itu universitas awalnya).

Berbeda dengan Cinder yang memiliki read-pace yang cepat, gue malah merasa read-pace di buku ini melambat. Dan yang gue lebih sayangkan lagi, di buku ini gue ngerasa malah karakter Scarlet kurang tergali karena karakter dan cerita Scarlet lebih terfokus kepada hubungan romance antara Scarlet-Wolf dan pencarian neneknya. Untungnya buku ini juga menceritakan lanjutan petualangan Cinder, jadi rasa ‘bosan’ gue akan cerita Scarlet jadi cukup terpecah karena di buku ini Marissa Meyer melanjutkan petualangan tentang Cinder. (Jujur, gue lebih tertarik dengan cerita Cinder ketimbang cerita Scarlet dalam menemukan neneknya) Marissa Meyer juga berhasil membuat cerita pertemuan Cinder dengan Scarlet dengan sangat  baik, gak seperti cerita sinetron-sinetron Indonesia yang notabene seringkali bertemu secara ‘kebetulan’.

Di buku ini kita akan bertemu dengan karakter-karakter baru dan juga karakter-karakter lama. Salah satu karakter baru yang gue suka di dalam buku ini adalah Kapten Carswell Thorne (dia sebenernya bukan kapten cuma dia berlagak sok kapten) Selain gaptek, dia juga sepertinya agak dodol dan kurang tanggap sama keadaan sekitar alias lemot. Dia juga sarkastik dan arogan dan sedikit idiot. (Karakter Thorne mengingatkan gue akan karakter Han Solo dari Star Wars). Cerita pertemanan antara Cinder dengan Thorne rasanya lebih natural buat gue ketimbang Scarlet dengan Wolf karena Cinder-Thorne lebih terasa seperti teman baik yang mengerti satu sama lain. Mudah-mudahan karakter Thorne sendiri lebih tergali di buku berikutnya.

Pangeran Kai juga diceritakan lebih banyak di buku ini, kita akan melihat pergumulan Pangeran Kai dari segi karakter seorang pemimpin dimana gue ngerasa dengan beban tanggung jawab yang begitu besar dengan umur yang sedemikian muda, posisi dia untuk mengambil keputusan cukup relevan.Omong-omong soal pergumulan, dalam buku Scarlet ini, Cinder juga diceritakan memiliki pergumulannya sendiri untuk menggunakan kemampuan Lunarnya atau tidak karena dia seringkali merasa bersalah ketika menggunakan kemampuannya. Juga dimana Scarlet bergumul untuk membuang ID Chip milik adiknya yang telah wafat, Peony ketika dia menyadari bahwa ibu tirinya menggunakan hal tersebut untuk melacak keberadaan Cinder dan lainnya. Satu hal yang gue agak sayangkan adalah Ratu Levana tidak diceritakan terlalu banyak dalam seri kedua ini.

Ending dari buku ini cukup lumayan karena menyisakan babak baru untuk petualangan yang baru juga. Akhir kata, gue menikmati membaca buku ini, dan gak sabar untuk membuka lembaran baru di buku ketiga dari Lunar Chronicles ini, yakni Cress.

Kalian sendir
Till next review ya.

Unwrap the book.


WARNING :
SPOILERS + SUMMARY AHEAD!!
(
Resiko tanggung sendiri ya)


..

.

 

  • Cerita Scarlet dimulai ketika dia mendengar kabar dari kepolisian bahwa pihak yang berwenang menghentikan pencarian neneknya. Scarlet tidak percaya bahwa neneknya pergi begitu saja tanpa memberi kabar kepada dirinya. Merasa kesal, esok hari dia akan mendatangi kantor polisi untuk memaksa polisi meneruskan pencarian neneknya.
  • Scarlet menyelesaikan tugasnya mengantarkan pesanan sayur mayurnya ke kedai langganannya dan temannya, Emilie mengatakan kepada Scarlet tentang pria yang disukainya, seorang petarung jalanan yang duduk di dalam restoran itu.
  • Semua orang di dalam kedai itu mentertawakan berita tentang Cinder. Merasa kesal karena hari itu semua hal tidak berjalan lancar, Scarlet meneriaki semua pengunjung kedai itu untuk tidak menghakimi Cinder karena Cinder baru berusia 16 tahun dan mereka semua tidak tahu apakah berita yang ditampilkan benar atau tidak. Salah seorang pengunjung kedai mengatakan Scarlet sama gilanya seperti neneknya dan Scarlet menyerang pengunjung itu.
  • Melihat hal tersebut, si petarung jalanan, bernama Wolf membantu Scarlet. Dalam kejadian itu, Scarlet memperhatikan tato aneh yang ada pada lengan Wolf. yang berinisialkan LSOP. Saat keluar dari kedai itu, Wolf meminta pekerjaan kepada Scarlet untuk membantunya di perkebunan namun Scarlet menolak permintaan itu. Wolf mengatakan kalau Scarlet berubah pikiran, dia berada di salah satu ladang perkebunan yang tidak terpakai bernama Morel.
  • Ketika Scarlet pulang kerumahnya, ayahnya mengacak-acak rumahnya dan mengatakan bahwa neneknya menyembunyikan sesuatu di dalam rumahnya dan dia harus menemukannya. Scarlet kaget melihat ayahnya karena ayahnya meninggalkan dirinya beberapa tahun lalu karena dia pemabuk. Meskipun kaget, dia mengetahui bahwa ayahnya disiksa oleh sekumpulan orang yang memiliki tato yang sama dengan Wolf. Marah, dia mencari Wolf.
  • Scarlet mencari Wolf di tempat pertarungan dia kediaman Morel namun Wolf mengelak dan mengatakan bahwa bukan dirinya dan dia mengetahui siapa pelakunya. Ketika polisi datang menggerebek tempat itu, Scarlet kehilangan Wolf dan keesokan harinya Wolf mendatangi rumah Scarlet dan menawarkan diri kepada Scarlet untuk membantunya mencari neneknya.
  • Scarlet bertanya apakah Wolf tahu alasan kenapa orang-orang itu menculik neneknya, namun Wolf berkata tidak karena dia telah keluar dari gerombolan itu untuk hidup mandiri. Setengah tidak percaya, Scarlet menerima tawaran Wolf itu. Mereka pergi ke sebuah gudang dimana ayahnya mengacak-acak gudang itu untuk menemukan bukti yang diminta kepadanya. Wolf melihat kalung ayahnya dan menyadari bahwa kalung itu adalah alat pelacak dan Scarlet marah besar kepada ayahnya karena dia tahu ayahnya meninggalkan neneknya sendirian. Mengetahui bahwa alat pelacak itu dapat mendengar semua percakapan Scarlet, Scarlet mengusir ayahnya dan dia bersama Wolf pergi ke Paris untuk datang langsung ke markas gerombolan itu.
  • Dalam kepergian ke Paris menggunakan kereta, penyakit letumosis menyebar dan kereta itu dikarantina jadi Wolf dan Scarlet melarikan diri dengan melompat dan mereka menyusuri hutan sembari menunggu kereta lain datang menuju Paris. Saat beristirahat memasak bebek yang ditangkap oleh Wolf dalam kediaman malam, seorang pria yang Scarlet temui di kereta bernama Ran mendatangi mereka. Wolf membiarkan pria itu makan bersama-sama dengan mereka dan mengetahui bahwa mereka saling mengenal satu sama lain. Ran ternyata adik dari Wolf, yang adalah kasta terbawah dari gerombolan itu, seorang Omega yang ingin membunuh Wolf yang merupakan Alpha untuk dapat naik jabatan. Ada tiga ranking dalam hirarki serigala yakni Alpha, Beta dan Omega.
  • Wolf dan Ran berkelahi dan Wolf nyaris membunuh Ran tetapi Scarlet menembak Wolf di tangan untuk membuatnya berhenti membunuh karena Scarlet mengetahui bahwa Ran dapat memberikan informasi tentang keberadaan neneknya. Wolf, yang kaget bahwa Scarlet menembaknya mengatakan bahwa Ran tidak akan memberikan informasi apa-apa. Tidak ingin membunuh siapa-siapa, mereka meninggalkan Ran disana.
  • Mereka berhasil mendatangi markas gerombolan itu dan mereka bertemu dengan seorang thaumaturge (sebutan untuk pemimpin kaum Lunar) bernama Jael yang mengucapkan selamat kepada Wolf karena berhasil membawa Scarlet ke tempat itu. Dia menyebut Wolf dengan nama Alpha Kesley dan Scarlet menyadari bahwa Wolf telah mengkhianati dirinya. Scarlet menyadari bahwa tato di lengan Wolf bukanlah Loyal Soldier to the ORder of the Pack, melainkan Lunar Special Operative.
  • Scarlet ditahan dalam sebuah sel dan kemudian tidak lama dia dibawa ke dalam sebuah sel dimana neneknya ditahan. Nenenknya duduk dan mulai menanyakan beberapa hal kepada Scarlet tetapi ternyata semua itu adalah permainan pikiran dari Lunar. Yang duduk di dalam sel itu bukanlah neneknya melainkan Ran.
  • Jael mengatakan bahwa kini mereka tidak lagi membutuhkan informasi dari neneknya karena mereka sudah mengetahui dimana posisi Putri Selene dan pencarian Putri Selene telah dihentikan karena Ratu Levana sudah mengetahui Putri Selene adalah Cinder tetapi Jael tetap menahan nenek dari Scarlet karena neneknya memiliki kekebalan terhadap pengaruh Lunar dan Jael ingin tahu kenapa neneknya dapat melakukan hal tersebut.
  • Meskipun tidak mengetahui hal itu, neneknya dapat kebal dari pengaruh Lunar karena sama seperti Cinder, neneknya telah menanamkan chip immune di bagian belakang lehernya, mengetahui bahwa suatu hari Lunar akan melakukan interogasi pada dirinya. Jael berpikir bahwa Scarlet juga dapat melakukan hal yang sama namun ternyata tidak. Jadi Scarlet akan digunakan untuk disiksa di depan neneknya agar neneknya mau memberikan informasi itu meskipun hal ini harus menunggu karena Ratu Levana telah memerintahkan untuk menyerang bumi malam itu. Jael meminta Wolf untuk memimpin peperangan itu.
  • Wolf mendatangi sel Scarlet dan mencium Scarlet dengan paksa, namun semua itu adalah upaya dirinya untuk memberikan chip yang merupakan kunci pintu sel itu kepada Scarlet dan mengatakan kepada Scarlet untuk menggunakan chip itu esok harinya dimana jumlah penjaga akan berkurang jauh karena adanya penyerangan ke bumi.
  • Scarlet mematuhi permintaan Wolf dan menemukan neneknya yang asli berada di sel dekat sana dan berada dalam keadaaan sekarat. Dia berusaha menyelamatkan neneknya namun Ran mengetahui hal itu. Mengetahui bahwa Scarlet adalah kunci kelemahan kakaknya, dia ingin membunuh Scarlet untuk dapat mengincar posisi kakaknya. Saat ingin membunuh Scarlet, Wolf datang menolong dan membunuh Ran, tetapi insting serigalanya terlalu besar dan dia berubah menjadi ingin membunuh Scarlet dengan taringnya ketika Cinder bersama Thorne datang dan menembak Wolf dengan obat biusnya.
  • Saat mencoba membawa Wolf ke kapal milik Cinder, mereka dikejar oleh Jael yang membawa tujuh anak buah. Cinder dan Thorne bertarung melawan Jael dan pasukannya. Cinder berhasil menggunakan kemampuannya terhadap anak salah seorang anak buah Jael. Iko, yang kini berada dalam bentuk pesawat juga berhasil membantu Cinder. Scarlet yang menemukan pistol shotgun di dalam pesawat  menembak Jael. Menemukan kesempatan untuk kabur, Cinder memerintahkan kepada anak buah Jael dengan kemampuan Lunarnya untuk menggotong Thorne dan Wolf ke dalam pesawat.
  • Cinder mengatakan kepada semua orang bahwa dia adalah Putri Selene yang dicari oleh Ratu Levana. Dalam perjalanannya, TV menyiarkan siaran dimana Pangeran Kai akhirnya memutuskan untuk menikah dengan Ratu Levana agar serangan ke bumi dapat dihentikan. Mendengar berita tersebut Cinder marah besar terhadap Kai dan menendang salah satu peti yang berada di dekatnya.
    Scarlet dan Wolf bersama kembali dan Cinder memutuskan untuk memulai latihannya bersama Wolf  dan mencari Dr.Erland di Brazil untuk dapat mengalahkan Ratu Levana.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: