Book Review | Cinder by Marissa Meyer (Lunar Chronicles #1)

Sinopsis
Di bumi, tepatnya di New Beijing, manusia dan sekumpulan android memenuhi jalanan yang penuh sesak. Penyakit mematikan yang tidak diketahui asalnya membinasakan populasi mereka. Dari bulan, sekumpulan orang-orang yang kejam, menunggu kesempatan terbaik untuk menyerang bumi. Tidak ada yang tahu bahwa nasib bumi ditentukan oleh satu orang gadis.

Cinder, seorang cyborg yang memiliki kemampuan mekanik yang baik adalah seorang warganegara kelas dua dengan memiliki masa lalu yang misterius yang dicecar oleh ibu tirinya dan disalahkan karena penyakit yang diderita oleh adik tirinya. Tetapi ketika hidupnya terjalin dengan pangeran Kai yang tampan, dia menemukan dirinya di tengah-tengah pemberontakan intergalaksi dan gerakan pemberontakan yang terlarang. Terjebak di antara tanggungjawab dan kebebasan, kesetiaan dan pengkhianatan, ia harus mengungkap rahasia tentang masa lalunya untuk melindungi masa depan dunianya.

10

Buku ini ditulis oleh Marissa Meyer (Nope, gak ada hubungan apa pun dengan Stephanie Meyer pengarang Twilight) dan kalau kalian penggemar buku, maka judul ini pasti sudah tidak akan asing lagi karena buku ini sedang hype sekali di kalangan pecinta buku dan saking hype-nya, cover buku ini akan mudah sekali kalian temui di toko-toko buku sampai kadang gue mikir kayanya ini buku sudah mulai masuk ke kategori “Must Have Books” jangan-jangan.


Review & Rating

My Rating : 9.5 / 10
Goodreads Rating : 4.1 / 5

Lunar Chronicles adalah sebuah buku petualangan scifi – futuristik – imajinasi yang menggunakan tokoh-tokoh klasik sebagai tokohnya. Yap, dalam buku pertama ini kalian akan bertemu dengan Cinderella (atau Cinder) yang adalah seorang cyborg / robot android yang tinggal di bumi. Diceritakan bahwa selain manusia, ada juga ras lainnya yang tinggal di bulan yang dikenal dengan sebutan Lunar.
Cinder bekerja sebagai mekanik dan dia tidak terlalu mengetahui siapa dirinya, masa lalunya atau darimana dia berasal dan seiring berjalannya cerita, Cinder ternyata memegang peranan penting antara konflik antara penduduk bumi dengan Lunar.

Cinderella (atau Cinder) dalam buku karangan Marissa Meyer ini sangatlah fresh secara konsep dan penceritaannya. Tidak heran gue hanya memerlukan beberapa jam untuk menyelesaikan buku ini. Gue selalu menyukai buku-buku yang easy-to-read dengan pace yang cepat dan storyline yang bagus.
Dan feeling gue saat membaca buku Cinder ini sama persis kaya waktu gue ngebaca Reboot by Amy Tintera atau Angels & Demon by Dan Brown, yakni gue pengen menyelesaikan buku ini secepatnya karena gue sangat-sangat enjoy every page of it.

Yang gue paling suka dalam cerita ini adalah bagaimana Marissa Meyer benar-benar membuat ulang dunia dari cerita klasik Cinderella. Ya kita tahu kisah Cinderella yang baik hati, sempurna, cantik tetapi dari dulu gue gak gitu suka karakter yang sempurna tanpa cacat seperti Cinderella.
Tetapi Cinder, hmm .. i love this character. Why? Yeah, dia masih baik, tetapi di satu sisi dia juga memiliki sikap rebel, keras kepala, kadang berbicara kasar, kuat, dan dia tidak menunggu keadaan merubah hidupnya. Nope, dia gak nunggu sang pangeran datang untuk menyelamatkan hidupnya. Dia yang berjuang untuk merubah keadaan and for me, thats a bad ass girl.

Selain kita akan menemukan karakter-karakter baru selain Cinder dengan dunia yang juga baru, yang gue rasa bagusnya lagi dari buku ini adalah Marissa Meyer tidak mengesampingkan beberapa poin penting cerita klasik Cinderella yang kita ketahui sebelumnya untuk di buku Cinder ini, misalnya Cinder masih saja dianggap remeh oleh ibu tirinya dan ya, Cinder jatuh cinta pada pangeran.

Salah satu hal lain yang gue suka adalah musuhnya, Ratu Levana. Dia gak jahat-jahat amat sebenarnya dalam cerita ini tetapi buat gue karakter Ratu Levana ini sangatlah manusiawi. Ketika dia gak mendapatkan apa yang dia dapatkan, well, she just destroy anything that comes in her way and thats awesome karena gue paling gak suka kalo penjahatnya dibikin jadi baik. Ambil contoh Maleficent. Sejak kapan Maleficent punya karakter baik dan diceritakan dia jadi jahat? Oh come on Disney, just put her in a black evil character.  Ini alasan kenapa gue suka cerita Cinder. Ratu Levananya .. She is just born … evil. Ho ho …

So yeah, this book is just amazing, if you haven’t read The Lunar Chronicles yet – what the stars are you waiting for?! It’s really amazing. You would definitely love it if you enjoy retellings.

Till next review!


Instagram : @ctrevory

Advertisements

One thought on “Book Review | Cinder by Marissa Meyer (Lunar Chronicles #1)

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: