Book Review | (Un) Qualified by Steven Furtick

I am unqualified. And so are you. This is a book for anyone frustrated with your failures and fed up with your weaknesses. It’s about coming to terms with the good, the bad, and the unmentionable in your life – and learning how to let God use you in spite of your mess.

Hanya dibutuhkan tiga hari buat gue untuk ‘melahap’ buku (Un)qualified dari Pastor Steven Furtick. Gue selalu menyukai buku-buku dari Steven Furtick karena tulisannya selalu mudah dimengerti dan materi-materi yang diajarkan dalam setiap bukunya sangat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari alias applicable. 

Review & Rating

My Rating : 9 / 10
Goodreads Rating : 4.4 / 5

Jujur, gue sangat-sangat tertarik membeli buku ini bahkan bela-belain pesen online supaya bisa cepetan baca bukunya. Bukan hanya karena ratingnya bagus di Goodreads, tetapi karena gue sangat tertarik dengan konsep buku ini. Apa tuuuh?

Kita tahu ada begitu banyak tokoh-tokoh besar yang disebut dalam Alkitab.
Ya, kita tahu dah semua tindakan heroik yang mereka lakukan, tetapi bukan tindakan heroik mereka yang membuat gue tertarik dan bela-belain pesen ini buku online. Yang membuat gue tertarik adalah dibalik semua tindakan heroik tokoh-tokoh ini, mereka semua memiliki ‘kecacatan’ dalam identitas mereka. Sama seperti kita semua. Mereka gak perfect.

Musa itu gagap.
Ayub adalah seseorang yang mengalami kebangkrutan.Abraham memiliki masalah dengan usianya.
Yusuf adalah seorang korban penganiayaan.
Petrus adalah seorang penyangkal iman.
Ester adalah seorang yatim piatu.
Naomi adalah seorang janda yang memiliki kepahitan dalam hidupnya.
Rahab adalah seorang pelacur.
Daud adalah peselingkuh ulung.
Paulus adalah seorang pembunuh.
Yakub adalah seorang pembohong dan licik.

Semua tokoh diatas memiliki ‘kecacatan’ di mata dunia.
Bahkan bisa jadi, di mata lingkungan mereka saat itu, mereka semua tidaklah PANTAS untuk menjadi orang-orang yang dipakai Tuhan di mata dunia. Dan lagian, atas dasar apa Tuhan menggunakan mereka? Kayanya gak masuk akal banget Tuhan mau pake orang-orang model gini. Kaya gak ada orang lain aja yang bisa dijadiin panutan.
Tetapi di dalam Alkitab, kita tahu bahwa Tuhan justru menggunakan orang-orang seperti ini ini untuk melakukan hal-hal besar yang Dia rencanakan.

Benar, dalam hidup, karena satu dan lain hal, kita pasti pernah mengalami waktu dimana kita merasa sulit untuk menghargai diri sendiri. Kita merasa bahwa kok, sepertinya segala sesuatu yang udah kita usahakan tetap saja tidak cukup di mata Tuhan dan merasa sepertinya semua jalan tertutup untuk kita.
Sepertinya tantangan yang kita hadapi membuat kita frustasi dan kita merasa lemah dan muak akan kelemahan-kelemahan yang kita miliki?
Kalau kalian merasa seperti itu, maka buku ini cocok untuk kalian.
Karena secara tidak sadar dan tersembunyi di dalam hati dan pikiran kita, seringkali kita merasa segala sesuatu yang kita miliki tidaklah cukup, tidaklah kompeten dan tidaklah pantas untuk melakukan apa yang Tuhan inginkan.
Kita merasa kecil dan useless.

Konsep buku inilah yang bikin gue tertarik. Yap, dalam buku ini kita akan lebih belajar banyak tentang identitas.
Ya, gue merasa ada begitu banyak ‘kecacatan’ dalam hidup gue. Ada begitu banyak batu sandungan yang gue alami dalam hidup. Dan terkadang gue merasa life is unfair, life is a distress and life is not fun anymore. Hingga akhirnya stress adalah sahabat terbaik gue sehari-hari dan akhirnya gue tiba  di titik dimana gue merasa diri gue ini worthless dan gue tiba di pengakuan bahwa “Yes, Lord, I Messed up!”
Tetapi dari pelajaran yang gue dapat dari buku ini, perlahan-lahan pemikiran gue dirubah  seiring dengan halaman demi halaman.
I learned a lot from this book and hey, if the same God using this unqualified people, well then i must be useful for something too, right?


Seperti buku-buku Steven Furtick sebelumnya, dia selalu menggunakan tokoh Alkitab sebagai contoh panutan bagi kita.
Kalau pada buku sebelumnya, Greater, dia menggunakan tokoh Elisa sebagai contoh.
Dan pada buku Sun Stand Still, dia menggunakan tokoh Yosua,
maka di buku (Un)qualified kali ini, kita akan belajar banyak dari kehidupan Yakub.
Ada begitu banyak pelajaran yang gue dapatkan dari buku ini.
Beberapa diantaranya bahkan membuat pemikiran gue terbuka karena bener-bener shifting my mind about the truth.

Total, ada 12 chapter dalam buku ini dan buku ini memiliki 208 halaman.
Tenang, untuk kalian yang tidak terlalu menyukai membaca buku bahasa inggris, seperti yang gue tulis di atas, buku ini memiliki bahasa yang sangat ringan dan mudah dimengerti. So for you guys who feel unqualifed to do great things, i really-really recommended this book. So go ahead, read it and I hope you’ll like it.:)

See you on the next book.
Cheers!


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: