Book Review + Spoilers & Summary | Miss Peregrines #1 : Home for Peculiar Children by Ransom Riggs

123

Buku ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Jacob Portman yang tinggal di Florida. Jacob memiliki seorang kakek bernama Abraham Portman yang tinggal di tempat penampungan yatim piatu, ikut berperang, mengarungi lautan, berkelana di gurun, bekerja di sirkus, tahu banyak tentang senjata dan bela diri dan mengetahui setidaknya tiga bahasa lain selain bahasa inggris. (Kapan gue bisa punya pengetahuan kaya gini?)

Saat masih berusia enam tahun, sang kakek suka bercerita tentang masa kecilnya, ia berkata bahwa dia melarikan diri dari monster-monster yang mengejarnya.  Tentang sebuah tempat dimana orang-orang hidup bersama-sama di dalam rumah besar yang dilindungi oleh seekor burung tua yang bijak. Terdengar aneh bukan? Dan semakin beranjak dewasa, semakin Jacob semakin mempercayai cerita kakeknya dan bahkan keluarganya  pun menganggap sang kakek sudah gila.

Hingga pada suatu hari, Jacob menemukan kakeknya berada di dalam hutan, terluka dan sekarat karena serangan brutal yang mencabik-cabik tubuhnya. Jacob menemukan kakeknya hanya melindungi dirinya dengan alat pembuka surat. Berusaha memberikan pesan, kakek Abraham Portman menyuruh Jacob untuk datang ke pulau di Wales karena monster itu kini akan mengincar dirinya. Setelah kakeknya meninggal, Jacob mendengar sesuatu di dalam hutan, seperti suara sebuah binatang dan seakan dituntun oleh instingnya, dia mengarahkan senternya ke satu bagian dalam hutan itu dan seketika itu dia melihat monster yang diceritakan kakeknya dan dia jatuh pingsan.

Penasaran, mengikuti jejak dan petunjuk yang ditinggalkan kakeknya, Jacob dan ayahnya datang ke sebuah pulau misterius di Wales. Disana Jacob menemukan rumah yatim piatu yang terbengkalai dan menemukan koleksi-koleksi foto yang aneh yang mirip dengan koleksi foto-foto milik kakeknya. Jacob juga  menemukan sekumpulan anak-anak yang ‘istimewa’. Salah satunya adalah seorang gadis yang dapat mengeluarkan api dari tangannya. Ada yang tembus pandang. Ada yang dapat mengambang dll.  (Jadi inget X-Men yak.) Diambil dari sudut pandang narator, Jacob Portman yang merupakan orang normal jadi dia bertanya-tanya apakah dia dapat cocok dengan mereka.

Desain cover

Eits … Jangan tertipu oleh cover-nya, meski terlihat sedikit creepy karena menampilkan seorang anak kecil yang seakan menatap tajam kepada kita, buku ini bukanlah buku horor yaa. Ini adalah buku petualangan yang ditujukan untuk remaja. Omong-omong, kalian sadar nggak kalau sebenarnya anak perempuan di cover itu itu ‘mengambang’? Selamat kalau kalian ngeh, karena jujur, pada awalnya gue nggak ngeh. #oops

Buat gue pribadi, desain cover ini cukup provokatif karena beberapa kali gue masuk ke toko buku, desain cover nih buku kaya manggil-manggil gue untuk minta dibeli. which is good karena berarti si desainer berhasil dalam mendesain cover ini. (dan gue terjebak pulak  dengan senang hati untuk membelinya. #darn).

Gue suka tema vintage yang ditampilkan oleh cover ini dan nuansa abu-abunya kok rasanya mewakili banget kesan peculiar-nya. Oh ya, buku ini juga sedang dibuat untuk menjadi major movie dan akan tayang di bioskop-bioskop kita sebentar lagi, loh. But hey, wise man says, never judge a book from its movie, right fellas?

Rating & Review

My Rating : 9/10
Goodreads rating : 3.84/5
Original Title : Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children
ISBN : 1594744769 (ISBN13: 9781594744761)
Edition Language : English
URL : http://www.ransomriggs.com/miss_peregrine.php
Series : Miss Peregrine’s Peculiar Children #1
Characters: Olive Abroholos Elephanta, Fiona Waters, Horace Somnusson, Millard Nullings, Jacob Portman, Emma Bloom, Alma Lefay Peregrine, Abraham Portman, Bronwyn Bruntley, Enoch O’Connor, Ferdinand Portman, Hugh Apiston, Claire Densmore, Miss Avocet.
Literary Awards : Pennsylvania Young Readers’ Choice Award for Young Adults (2014), The Kitschies Nominee for Golden Tentacle (Debut) (2011)

UNIK, mungkin adalah kata yang tepat untuk buku satu ini. Miss Peregrine : Home for Peculiar Children yang ditulis oleh Ransom Riggs adalah buku pertama dari kumpulan trilogi yang sangat unik. Sebenarnya gue punya buku ini versi keduanya duluan- versi Hardcover – yang gue beli pas event buku Big Bad Wolf 2016 kemaren itu. (eh btw, tahun depan ada lagi kan? #gagalfokus) Memang sih, gue sangat-sangat sering ngeliat buku ini beredar di toko buku, cuma pas kemaren di Big Bad Wolf, eh gue lihat buku ini juga, dan juga harganya murah banget (70rb untuk format hardcover? Hajar Bleh)

Sayang amat  disayang, gue  kehabisan buku pertamanya di event Big Bad Wolf kemarin, jadilah mau gak mau buku pertamanya gue beli dari toko buku (iyalah cong, masa toko kelontong) Anyway, dari begitu banyaknya buku yang pernah gue baca, kayanya belum pernah ada buku yang mencampur-adukkan gambar foto vintage nan aneh yang digabungkan untuk dijadikan cerita yang apik kaya buku Miss Peregrine ini. That is Super Freakin Awesome. Good Job Mr Riggs.

Buat gue ini buku bagus banget-nget-nget. Gue langsung fall in love ama cerita buku ini begitu memasuki chapter dua dan bisa ditebak kelanjutannya dong, dengan cerita yang dikemas dengan cara menulis yang apik, plot yang bagus, ringan serta mudah dimengerti plus foto-foto yang menarik (dan kadang menyeramkan tapi  foto-fotonya nyambung sama jalan cerita) otomatis ngebuat gue mau terus menerus melahap halaman demi halaman untuk mengetahui kelanjutan ceritanya.

Mungkin yang menarik buat gue adalah cerita ini menyangkut anak-anak yatim. Di kehidupan kita sehari-hari, kita terkadang tidak tertarik membangun hubungan dengan mereka yang “terbuang.” karena mungkin ya kita berpikir kita normal dan mereka tidak. Dalam buku ini pun anak-anak yang terbuang ini berusaha mencari keamanan untuk mereka sendiri karena orang-orang tidak mengerti mereka karena  mereka memiliki kemampuan khusus. Dan Nyonya Peregrine berusaha mencarikan sebuah tempat agar anak-anak ini dapat tinggal dan tumbuh.

Buku ini totally seru untuk dibaca dan wajib untuk dimiliki kalo menurut gue. Si penulis, Ransom Riggs juga sempat memasukkan beberapa jokes konyol, loh dalam percakapan untuk membuat pembaca lebih rileks, gue sendiri sempet senyam-senyum pas baca jokesnya.

Kalau kalian penggemar buku format hardcover, gue cukup merekomen kalian beli format hardcovernya. #BuruanBeli … Seperti yang gue bilang di atas, buku ini juga akan segera hadir versi bioskopnya, dan yes, of course, gue gak sabar untuk menonton filmnya. Mudah-mudahan filmnya juga sebagus bukunya mengingat sutradara filmnya adalah Tim Burton. Yeay.

Untuk melahap habis buku ini, gue hanya membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 5 jam saja. Why? Because i can fast forward time. Ngga deh. Because i cant stop reading it, of course. Dan setelah menghabiskan buku pertama dari Miss Peregrine : Home for Peculiar Children , gue sangat-sangat tidak sabar untuk lanjut baca ke buku keduanya, yaitu Miss Peregrine : Hollow City.

Akhir kata, gue sangat merekomendasikan buku ini kepada kalian yang suka dengan cerita petualangan dengan bumbu-bumbu yang nggak biasa kalian dapetin dengan cara penceritaan yang berbeda pada umumnya. And i can guarantee, you wont regret buying this lovely book.


WARNING : SPOILERS AHEAD!!
(
This summary is written because I often forget what the story of the book after i finished it. #AgeDontLie)


..

.

Saat Jacob Portman masih kecil, dia mengidolakan kakeknya, Abraham / Abe Portman, seorang pria yang dibesarkan di rumah yatim, ikut berperang, ikut dalam sirkus dan dapat berbahasa tiga bahasa. Kakek Abe menceritakan cerita-cerita fantastis dan menunjukkan kepada Jacob foto-foto yang menakjubkan seperti anak yang bisa menghilang, gadis yang sangat kuat hingga dia cukup dewasa untuk mempercayai cerita-cerita konyol kakeknya.

Ketika berulang tahun di usia 15, kakeknya mulai bercerita tentang monster yang mengejar-ngejar dirinya. Jacob dan ayahnya percaya bahwa kakeknya sudah mulai pikun. Tetapi saat Jacob datang mengecek keadaan kakeknya, ia menemukan kakeknya mati mengenaskan dicabik-cabik dan berhadapan dengan sang monster yang diceritakan kakeknya. Kakeknya meninggal di dalam pelukan Jacob, dan kakeknya meninggalkan beberapa petunjuk untuk Jacob sebelum dia meninggal yakni bertemu dengan Miss Peregrine.

Tidak ada yang mempercayai cerita Jacob dan dia mulai mengalami insomnia parah dan depresi. Psikiaternya, Dr. Golan menyarankan dirinya untuk pergi ke pulau tempat kakek Abe dibesarkan sehingga dia dapat menemukan penjelasan tentang petunjuk misterius yang ditinggalkan untuk dirinya.

Jacob dan ayahnya pergi ke pulau Cainhorm di Wales dan Jacob menemukan bahwa rumah Nyonya Peregrine berada di sisi sebelah pulau. Saat menyelidiki rumah itu, Jacob menemukan foto-foto yang persis dengan foto yang diperlihatkan oleh kakeknya. Jacob menyadari bahwa foto-foto itu benar ketika dia diketahui menyelinap masuk kerumah itu oleh gadis yang dapat mengeluarkan api dari tangannya. Gadis ini dan teman-temannya lari saat mereka melihat Jacob, tetapi Jacob mengejarnya. Mereka ternyata adalah Emma Bloom yang dapat mengeluarkan api, Millard Nulling, yang tembus pandang. Mereka membawa Jacob melewati tempat yang merupakah portal yang dapat membawa mereka ke masa lalu, tepatnya ke 3 september 1940. Satu hari sebelum rumah Miss Peregrine hancur karena sebuah bom yang dijatuhkan pada perang dunia kedua. Rumah itu kembali indah dan dipenuhi oleh anak-anak yang istimewa.

Kakek Abe dibesarkan dirumah ini, tetapi Miss Peregrine yang adalah seorang ymbrynes – penjaga time loop yang dapat berubah bentuk menjadi burung – mengatakan kepada Jacob bahwa dia pergi untuk melawan Hollowgast, monster yang mengejar anak-anak istimewa, dan Hollowgast juga yang membunuh kakeknya. Untuk mengamankan diri dari Hollowgast, Miss Peregrines membuat time loop yang mengulang hari yang sama setiap saatnya dan bom yang dijatuhkan itu tidak pernah meledak.

Jacob mulai jatuh cinta kepada Emma, mantan pacar kakeknya yang tetap berusia enam belas tahun berkat time-loop. Jacob juga mempelajari bahwa ada sekumpulan kelompok orang-orang istimewa yang mengejar anak-anak ini untuk keabadian. Ketika eksperimen mereka gagal, mereka menjadi Hollowgast. Dengan bantuan dari Wights – Monster yang berupa manusia – para Hollowgast dapat berkelana dan memakan para anak-anak istimewa. Dan kemampuan khusus Jacob adalah mereka dapat melihat para Hollowgast ini.

Para Hollowgast berencana untuk menculik Miss Peregrine dan para Ymbrynes lainnya untuk mencoba eksperimen keabadian lagi. Psikiater Jacob, Dr. Golan ternyata adalah seorang Wights dan Jacob menuntun Dr. Golan ke tempat Miss Peregrine. Golan menangkap Miss Peregrine dalam bentuk burung dan juga guru dari Miss Peregrine, Miss Avocet dan membawa mereka ke laut.

Jacob dan teman-teman barunya yang istimewa mencoba membebaskan Miss Peregrines, berhasil membunuh Golan dan Hollowgast milik Golan. Tetapi mereka tidak berhasil menyelamatkan Miss Avocet dan Miss Peregrine masih tetap berada di dalam bentuk burung. Karena Miss Peregrine tidak dapat berubah ke bentuk manusia, time loop tersebut hancur dan bom tersebut jatuh meledakkan rumah itu.

Meskipun tahu bahwa dapat kembali ke dunia nyata tempat dia tinggal, Jacob memiilih untuk tinggal di masa lalu dan menemani Emma untuk menyelamatkan Miss Avocet dan berusaha mengembalikan Miss Peregrine ke bentuk awalnya. Jacob menyempatkan diri untuk berpamitan dengan ayahnya, kembali ke tahun 1940 dan menggunakan sebuah perahu ke sebuah tempat lain dengan petualangan baru.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: