2 Maret 2016 – Mencairkan dana BPJS (Untuk ketiga kalinya)

Akhirnya gue datang lagi ke tempat ini, yakni Kantor Cabang Utama Jamsostek (sekarang BPJS) di Daan Mogot. Ini adalah ketiga kalinya gue datang ke tempat ini.(Gue pernah menyambangi tempat ini pada 28 Maret 2014 dan 7 Mei 2014 yang berakhir dengan : kegagalan. #siyal)

Pertama kali gue dateng ke tempat ini berakhir dengan kegagalan karena berkas gue tidak lengkap dikarenakan tidak memiliki surat paklaring (Surat Keterangan Bekerja) dari tempat terakhir bekerja, jadilah gue harus mengurus surat tersebut ke HRD kantor yang terdahulu. Setelah  berkas datang dalam waktu yang cukup lama, akhirnya dengan pede, gue datang lagi ke tempat ini dengan harapan dana BPJS dapat dicairkan, tetapi lagi-lagi gue harus gigit jari karena nggak bisa mencairkan dana ini. Kenapa? karena nama gue sudah dicantumkan oleh HRD di tempat bekerja yang baru sehingga otomatis keanggotaan BPJSnya aktif dan akibatnya gak bisa mencairkan dana di tempat bekerja yang sebelum-sebelumnya meskipun gue sudah melengkapi berkasnya.#DamnYouHRD

Yang bikin males mengurusi dana BPJS ini sebenarnya adalah harus bangun pagi-pagi benar untuk rebutan mendapatkan formulir. Yeap, you read it right : Rebutan formulir. Kok bisa? Karena di setiap cabang BPJS setiap hari hanya diberikan 100 formulir per hari (sama sistemnya kaya ngurus perpanjangan SIM / STNK di mobil keliling) Jadi jangan heran kalau kalian datang jam delapan pagi saat formulir dibagikan, formulirnya sudah habis karena (setau gue) ada yang bela-belain jam setengah enam pagi udah nongkrongin tuh pintu BPJS.

Berikutnya yang bikin males adalah waktu menunggunya itu, loh. Menunggu untuk dipanggil pengecekan dokumen aja lumayan lama, apabila dokumen tidak bermasalah maka kita akan diberikan nomor antrian untuk pengurusan berkas selanjutnya. Tapi kalau bermasalah, siap-siap datang lagi esok harinya. Dan ini yang sering banget gue temuin dimana orang-orang yang udah datang dari jauh akhirnya bingung, pasrah, marah, emosi dll karena berkas mereka gak lengkap. Mulai dari yang masalah berkasnya nggak ada cap Depnaker lah, yang berkasnya gak ada paklaring lah, lupa bawa KK asli lah, gak bawa buku tabungan lah, lupa fotokopi KTP lah dan lainnya. Kalo rumah deket ama jam kantor fleksible sih gak masalah, nah kalo rumah jauh ama cuti udah habis, piye? Jadi kalo kalian mau ngurus BPJS, pastikan dokumennya beres semua. Bahkan gue pernah denger perusahaan tempat terakhir dia bekerja selama 7 tahun bangkrut (nah, keder dah tuh ngurusnya) Pengalaman gue  ngurusin proses ini adalah jam tujuh pagi hingga empat sore.

Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa gue gak mencoba mencairkan BPJS secara online? Jawabannya adalah udeh, gue udah coba online. Gue udah lengkapin semua berkasnya tapi entah kenapa email balasannya berbunyi bahwa berkas gue (katanya) nggak lengkap karena gue harus mengajukan surat aktif kerja. Lah? Kalo gue mengajukan surat aktif kerja, otomatis nama gue akan aktif lagi di BPJS dan otomatis juga gak akan bisa mencairkan dana BPJS bukan? – Bisa-bisa pengalaman gue yang kedua bisa terulang lagi lah –  Oleh karena gak merasa dokumen gue bermasalah,  lebih baik mendatangi langsung tempat BPJSnya untuk yang ketiga kalinya.

111111

Karena gue udah tau betul prosedurnya, maka untuk YANG KETIGA KALINYA jam 7 pagi lebih dikit gue udah datengin tuh tempat BPJS, dan bener kan? Orang yang ngantri aja udah bejibun. Yah, gue ikutin aja prosedurnya ulang. Sembari menunggu gue kesana kemari ngeliatin antrian, baca ebook, moto-moto, video buat vlog dll. Dan setelah nunggu dari jam setengah delapan lewat, akhirnya nama gue dipanggil untuk pengecekan berkas pukul setengah dua belas #sigh

Sekalian gue nanyain saldo BPJS gue ada berapa sebenernya dan dari perusahaan apa aja, karena gue punya empat kartu BPJS hingga detik ini. Setelah dicek, berkas-berkas dokumen yang gue bawa ternyata gak ada masalah tapi kata si mbaknya, dana BPJSnya gak bisa diambil dikarenakan nama gue masih aktif di sistem BPJSnya, yang mana berarti HRD kantor yang terakhir nggak memberi laporan ke pihak BPJS kalo gue udah nggak lagi aktif di perusahaan tersebut. Si mbak tersebut menyuruh gue untuk memberitahu HRD untuk menon-aktifkan keanggotaan gue di BPJS. What? Gak lucu banget. Masak orang yang uda nggak kerja di perusahaan tersebut malah jadi musti jadi pihak yang ngingetin kalo kita udah gak kerja disana, lalu mereka kerjaannya apa ya? Gak bener banget ini HRD kantor  yang terakhir. #DamnYouHRD

Terima kasih banyak loh kepada pihak-pihak di HRD kantor tempat gue terakhir yang berinisial (inisial kantor HG) yang selalu bersemangat untuk bekerja saking semangatnya lupa laporan ke BPJS kalo gue udah gak aktif. Karena jasa kalianlah, gue masih harus berurusan dengan BPJS lagi untuk keempat kalinya di masa mendatang. #BagusBangetYaNyet #KerjaBagusHRD

Jangan lupa cek vlog gue di bawah. Klik icon CC untuk subtitle ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: